Showing posts with label Social/Culture. Show all posts
Showing posts with label Social/Culture. Show all posts

Saturday, 23 November 2013

perbedaan kata 'Maaf' dalam jepang

- No comments


maaf dalam bahasa jepang itu ada 2 yaitu Gommen na Sai / Summimasen . namun terdapat perbedaan dalam menggunakan kedua kata "maaf" ini yaitu

pada saat kita melakukan kesalahan yang tidak disengaja kita biasanya menggunakan "Gommen nasai (ごめんなさい) " contohnya tidak sengaja menginjak kaki teman atau menumpahkan air ke baju teman. dalam bahasa Indonesia Gommen bisa diartikan  sebagai "maaf" biasa

nah kalau kita melakukan sesuatu hal yang mengganggu orang lain kita menggunakan "Summimasen (すみません) " contohnya saat kita terlambat masuk ke kelas atau membuat teman menunggu kita sangat lama. dalam bahasa Indonesia sendiri Summimasen bisa diartikan sebagai "maaf menggaggu" atau "maaf merepotkan"



Friday, 22 November 2013

Dunia Pendidikan di Jepang

- No comments




1. Struktur pendidikan
------------------------------
Sama dengan Indonesia, di Jepang juga ada program Wajib Belajar (pendidikan dasar dan menengah) yang berlaku untuk penduduk berusia 6 hingga 15 tahun.
Tahun ajaran biasanya dimulai bulan April. Satu tahun ajaran dibagi menjadi 3 semester yang dipisahkan oleh liburan singkat musim semi dan musim dingin, serta liburan musim panas yang lebih panjang (lama liburan sekolah bergantung kepada iklim tempat sekolah tersebut berada). Di Hokkaido dan tempat-tempat yang banyak turun salju, libur musim dingin lebih panjang dan libur musim panas lebih pendek.
 
2. Preschool & Taman Kanak-kanak
-------------------------------------------------------
Pendidikan anak usia dini dimulai di rumah. Ada banyak buku dan acara televisi yang ditujukan untuk membantu ibu & ayah untuk mendidik anak-anak mereka dan metode ini dianggap lebih efektif. Sebagian besar pelatihan rumah dikhususkan untuk mengajar tata krama, perilaku sosial yang tepat, dan bermain terstruktur, meskipun jumlah verbal dan keterampilan juga tema populer. Orang tua sangat berkomitmen untuk pendidikan awal dan sering mendaftarkan anak-anak mereka di TK. Selain TK terdapat sistem yang dikembangkan dengan baik pusat penitipan anak yang diawasi pemerintah (hoikuen 保育 ).
Berikut ini kegiatan anak-anak di tingkat Tk (mulai dari jam 8.50 – 15.00) antara lain: masuk kelas, menaruh barang di loker, duduk di bangku masing-masing, absen, salam, materi hari ini, istirahat (ke toilet latihan cara buang air sendiri, cebok, dan mencuci tangan dengan sabun), menyanyi, senam pagi, kembali ke kelas, mencopot kaus kaki, bermain (di luar kelas/di kebun/halaman sekolah), merapikan alat bermain, bersiap makan (cuci tangan dan ugai = memasukkan air ke tenggorokan tapi tidak ditelan, untuk mencegah batuk/pilek), kembali ke kelas untuk makan siang (bento =bekal makan masing-masing), menggosok gigi, bermain di kelas (permainan tradisional atau modern), bersiap untuk pulang, menyanyi lagu/salam perpisahan, baris per kelas di depan sekolah, pulang.
 
3. Sekolah Dasar
-----------------------
Lebih dari 99% dari Jepang anak-anak usia sekolah dasar terdaftar di sekolah. Semua anak-anak memasuki kelas 1 pada usia 6 tahun, dan sekolah mulai dianggap sebagai peristiwa yang sangat penting dalam kehidupan seorang anak.
Hampir semua pendidikan dasar berlangsung di sekolah umum; kurang dari 1% dari sekolah swasta (karena sekolah swasta cenderung mahal).
Kebanyakan sekolah negeri, tidak mewajibkan seragam, namun  harus mengenakan name tag di saku kiri baju. Lalu, biasanya ada juga badge di bahu kirinya, yang warnanya disesuaikan dengan tingkatan kelas (misalnya kuning untuk kelas 1).
Biasanya tas anak SD dilengkapi dengan peluit kecil (yang dibagikan gratis dari sekolah). Peluit ini diajarkan kpd anak-anak untuk ditiup kalo bertemu dengan orang asing  (tdk dikenal) yang mengganggu.
Kemudian juga harus bawa thermos air minum tiap hari (karena gak ada pedagang kaki lima yang nongkrong di pagar sekolah). Mereka juga diwajibkan untuk membawa mug kecil (wadah air sbg tmpt kumur2 pada saat sikat gigi sehabis makan siang). Lalu lap tangan dan serbet untuk alas makan siang. Semua alat itudibawa bolak balik ke sekolah, kecuali sikat gigi dan mug (tapi harus dicuci dahulu setiap kali pulang). Siswa SD di Jepang memiliki tugas melayani makan siang (menuangkan makanan ke piring) teman-temannya (beregu bergantian sesuai piket). Hal ini dilakukan atas dasar  untuk mengajarkan kerjasama tim dari mulai usia dini.
Pelajaran di tingkat SD biasanya hanya ada 4 yaitu : Huruf Jepang (menulis dan membaca), Matematika, Olahraga dan BudiPekerti.
Oh ya, pendidikan dasar di Jepang tidak mengenal ujian kenaikan kelas, tetapi siswa yang telah menyelesaikan proses belajar di kelas satu secara otomatis akan naik ke kelas dua, demikian seterusnya. Ujian akhir pun tidak ada, karena SD dan SMP masih termasuk kelompok "compulsoy education”, sehingga siswa yang telah menyelesaikan studinya di tingkat SD dapat langsung mendaftar ke SMP.
Tentu saja guru tetap melakukan ulangan sekali2 untuk mengecek daya tangkap siswa. Dan penilaian ulangan pun tidak dengan angka tetapi dengan huruf : A, B, C, kecuali untuk matematika. Dari kelas 4 hingga kelas 6 juga dilakukan test IQ untuk melihat kemampuan dasar siswa. Data ini dipakai bukan untuk mengelompokkan siswa berdasarkan hasil test IQ-nya, tetapi untuk memberikan perhatian lebih kepada siswa dengan kemampuan di atas normal atau di bawah normal. Perlu diketahui, siswa2 di Jepang tidak dikelompokkan berdasarkan kepandaian, tetapi semua anak dianggap `bisa` mengikuti pelajaran, sehingga kelas berisi siswa dengan beragam kemampuan akademik.

Compulsary Education (dalam bahasa Jepang disebut ‘gimukyouiku’) atau istilah dalam bahasa Indonesia adalah "program wajib belajar".
Compulsory Education di Jepang dilaksanakan dengan prinsip memberikan akses penuh kepada semua anak untuk mengenyam pendidikan selama 9 tahun (SD dan SMP) dengan menggratiskan ‘tuition fee’, dan mewajibkan orang tua untuk menyekolahkan anak (ditetapkan dalam Fundamental Law of Education). Untuk memudahkan akses, maka di setiap distrik didirikan SD dan SMP walaupun daerah kampung dan siswanya minim (per kelas 10-11 siswa). Orang tua pun tidak boleh menyekolahkan anak ke distrik yang lain, jadi selama masa compulsory education, anak bersekolah di distrik masing-masing.
Tentu saja mutu sekolah negeri di semua distrik sama, dalam arti fasilitas sekolah, bangunan sekolah, tenaga pengajar dengan persyaratan yang sama (guru harus memegang lisensi mengajar yang dikeluarkan oleh Educational Board setiap prefecture). Oleh karena itu mutu siswa SD dan SMP di Jepang yang bersekolah di sekolah negeri dapat dikatakan `sama`, sebab Ministry of Education mengondisikan equality di semua sekolah. Saat ini tengah digalakkan program reformasi yang memberi kesempatan kepada sekolah untuk berkreasi mengembangkan proses pendidikannya, tetapi tetap saja dalam pantauan MOE.

Dalam pengertian negara maju, compulsory education mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
1) adanya unsur paksaan agar peserta didik bersekolah,
2) diatur dengan undang-undang tentang wajib belajar,
3) ada sanksi bagi orang tua yang membiarkan anaknya tidak sekolah
4) tolok ukur keberhasilan Wajar adalah tidak adanya orang tua yang terkena sanksi karena telah mendorong anaknya bersekolah.

Dengan adanya peraturan ini, maka kewajiban orang tua adalah memberikan pendidikan kepada putra-putrinya baik di sekolah maupun jika dia tidak mau, pendidikan di rumah pun (home schooling) bisa ditempuh.

Berbeda dengan Wajib Belajar di Indonesia dicirikan:
1) tidak bersifat paksaan melainkan persuasif
2) tidak ada sanksi hukum, sekedar sanksi moral
3) tidak diatur dalam undang-undang tersendiri
4) keberhasilan diukur dengan angka partisipasi dalam pendidikan
Karena hanyalah himbuan, pemerintah dan masyarakat tampak tidak serius menangani pendidikan.
Harusnya ini menjadi P.R bagi pemerintahan kita.
 
4. Sekolah Menengah Pertama 
-----------------------------------------
Tidak seperti siswa SD, siswa SMP memiliki guru yang berbeda untuk mata pelajaran yang berbeda.
Instruksi di SMP cenderung mengandalkan metode ceramah. Guru juga menggunakan media lain, seperti televisi dan radio, dan ada beberapa pekerjaan laboratorium.
Oh ya, saya juga mendapat info bahwa semua orang harus belajar karya klasik sejak SMP. Karya tertua yang terkenal adalah GENJI MONOGATARI atau HIKAYAT GENJI yang umurnya 1000 tahun!  Tidak hanya sebatas informasi saja yang diberikan di SMP dan SMU Jepang, namun mereka juga diajari Tata Bahasa Jepang Klasik yang dipakai pada saat HIKAYAT GENJI ini dibuat.
Di tingkat SMP dan SMA, sama seperti di Indonesia, ada dua kali ulangan, mid test dan final test, tetapi tidak bersifat wajib atau pun nasional. Di beberapa prefecture yang melaksanakan ujian, final test dilaksanakan serentak selama tiga hari, dengan materi ujian yang dibuat oleh sekolah berdasarkan standar dari Educational Board di setiap prefektur. Penilaian kelulusan siswa SMP dan SMA tidak berdasarkan hasil final test, tapi akumulasi dari nilai test sehari2, ekstra kurikuler, mid test dan final test. Dengan sistem seperti ini, tentu saja hampir 100% siswa naik kelas atau dapat lulus.
Selanjutnya siswa lulusan SMP dapat memilih SMA yang diminatinya, tetapi kali ini mereka harus mengikuti ujian masuk SMA yang bersifat standar, artinya soal ujian dibuat oleh Educational Board di setiap prefektur. Di Aichi prefecture, SMA-SMA dikelompokkan dengan pengelompokan A, B. Pengelompokan tersebut dibuat dalam proses memilih SMA. Setiap siswa dapat memilih satu sekolah di kelompok A dan satu sekolah di kelompok B. Jika si siswa lulus dalam kelompok A, maka secara otomatis dia gugur dari kelompok B. Dalam memilih SMA, siswa berkonsultasi dengan guru, orang tua atau disediakan lembaga khusus di Educational Board yang bertugas melayani konsultasi dalam memilih sekolah. Ujian masuk pun hampir serentak di seluruh jepang dengan bidang studi yang sama yaitu, Bahasa Jepang, English, Math, Social Studies, dan Science. Di level ini siswa dapat memilih sekolah di distrik lain.
 
5. Sekolah Menengah Atas
-------------------------------------
Meskipun SMA tidak wajib di Jepang, 94% dari semua lulusan SMP melanjutkan ke tingkat SMA. Di tingkat ini, mulai banyak sekolah milik swasta (mencapai sekitar 55% ).
Siswa SMA tidak mengikuti ujian kelulusan secara nasional, tetapi ada beberapa prefecture yang melaksanakan ujian. Penilaian kelulusan siswa berbeda di setiap prefecture. Mengingat angka Drop out siswa SMA meningkat di tahun 1990-an, maka beberapa sekolah tidak mengadakan ujian akhir, jadi kelulusan hanya berdasarkan hasil ujian harian.
Untuk masuk universitas, siswa lulusan SMA diharuskan mengikuti ujian masuk universitas yang berskala nasional. Ini yang dianggap `neraka` oleh sebagian besar siswa SMA. Ujian masuk PT dilakukan dua tahap. Pertama secara nasional- soal ujian disusun oleh Ministry of education, terdiri dari lima subject, sama seperti ujian masuk SMA-, selanjutnya siswa harus mengikuti ujian masuk yang dilakukan masing2 universitas, tepatnya ujian masuk di setiap fakultas. Skor kelulusan adalah akumulasi ujian masuk nasional dan ujian di setiap PT. Seperti halnya di Indonesia, skor hasil UMPTN tidak diumumkan, tetapi jawaban ujian diberitakan via koran, TV atau internet, sehingga siswa dapat mengira2 sendiri berapa total score yg didapat. Siswa yang memilih Universitas dg skor tinggi, tapi ternyata skornya tidak memadai, dapat mengacu ke pilihan universitas ke-2. Namun jika skornya tidak mencukupi, maka siswa tidak dapat masuk Universitas. Selanjutnya dia dapat mengikuti ujian masuk PT swasta atau menjalani masa ronin (menyiapkan diri untuk mengikuti ujian masuk di tahun berikutnya) di prepatory school (yobikou)

6. Perguruan Tinggi 
------------------------
Secara umum sistem pendidikan tinggi di Jepang dapat dikategorikan ke dalam 4 bagian, universitas (Daigaku), akademi teknologi (Tanki-daigaku), sekolah tinggi teknik (Koto-senmon-gakko) dan sekolah kejuruan (Senmon-gakko).
Hampir sama dengan Indonesia, lama masa studi untuk pendidikan tinggi (sarjana) adalah 4 tahun kecuali bidang pendidikan kedokteran yang relatif menghabiskan  6 tahun. Untuk tingkat studi lanjutan, biasanya dibutuhkan waktu 2 tahun (program master) dan 3 tahun (program doktor).
Tahun akademik dimulai sekitar bulan April dan berakhir Maret tahun berikutnya. Perkuliahan dibagi dalam dua semester, semester pertama berlangsung dari Maret sampai dengan September dan semester kedua dimulai dari bulan oktober dan berakhir Maret.
Bahasa yang umum digunakan dalam proses belajar mengajar adalah bahasa Jepang. Namun, ada beberapa program tertentu yang menggunakan bahasa Inggris sebagai perantara. Oleh karena itu setiap mahasiswa asing yang ingin melanjutkan studi ke Jepang perlu mempersiapkan kemampuan bahasa ini dengan sebaik mungkin.
 
Berikut ini 10 top ranking Universitas di Jepang
by 2010 University Web Ranking
(untuk melihat 741 ranking lainnya bisa dicek melalui http://www.4icu.org/jp/)
1.       Universitas Keio
2.       Universitas Tokyo           
3.       Universitas Waseda
4.       Universitas Osaka
5.       Universitas Hokkaido
6.       Institut Tekhnologi Tokyo
7.       Universitas Hiroshima
8.       Universitas Kobe
9.       Universitas  Kyoto
10.     Nihon University             
================
NOTE:
1.Di Jepang, Orangtua sudah menetapkan masa depan anak sejak kecil (sblm anak mulai sekolah). Di rumah ibu mengawasi anaknya belajar, mengirim ke tempat les/mendatangkan guru les ke rumah. Sekolah yang elit sejak SD hingga Universitas akan mendatangkan masa depan yg cerah, karena banyak perusahaan Jepang yg memilih pegawainya dr universitas-universitas ternama (bahkan sudah dipilih n dipesan sejak org itu masih berstatus mahasiswa yg lulusnya nanti akan bekerja di perusahaan itu). Maka, ortu menyuruh anaknya untuk bisa kuliah di universitas terkenal, agar bisa masuk universitas terkenal maka harus pintar dan biasanya sekolah di SD-SMA yg terkenal.
Disiplin pendidikan sangat ketat, jadi banyak anak stress.
Akibatnya banyak yang bunuh diri/menindas teman-temannya.
Hal ini berlaku dari zaman dulu hingga tahun 2000.

2. Untuk mengatasinya, maka pendidikan Jepang dirubah yg disebut "Yutori Kyouiku”, yaitu pendidikan yang lebih longgar. Misalnya hari Sabtu diliburkan dan buku pelajaran lbh tipis. Namun akibatnya siswa jd bodoh. Sistem ini pun dihapus, lalu diganti dgn istilah "datsu yutori kyouiku”, yg hr Sabtu tetap libur, tp buku jadi tebal kembali. Selain itu, di jaman sekarang lulusan Todai (Universitas Tokyo) sdh tdk menjadi favorit lg. Mengapa? Karna image mahasiswa Todai itu terlalu rajin belajar, terlalu pintar, kurang gaul, cupu, dsb. Jd banyak perusahaan yg lbh suka memilih pegawai baru dr universitas favorit ke 2, ke 3, dst. Jaman sekarang juga kemungkinan untuk bisa diterima di sekolah favorit sangat besar, karna sensus penduduk Jepang (koureika shakai) menyatakan bahwa jumlah anak muda lbh sedikit drpd jumlah org tua. Oleh karena itu, Jmlh murid yang sedikit menyebabkan pesaingnya pun sedikit. Bahkan ada sekolah ditutup karna kekurangan murid.

3. Pendidikan umum di Jepang tentang dunia internasional itu sangat minim, mereka tdk diajarkan bahas aasing yang benar sesuai standar, peta dunia, sejarah dunia, politik, ekonomi, dsb. Pendidikan mereka hanya berpusat di Jepang saja. Kalau pun org Jepang tau tentang dunia luar, itu hanya orang yg sering keluar negri, kuliah bhs asing/internasional, yg jmlhnya sedikit. Sejarah mereka pun ada yg tdk sebenarnya (ditutup-tutupi). Contohnya mereka tdk tau kalau mereka pernah menjajah bangsa asing yaitu Indonesia.
Parah kan :/

4. Oh ya yg terakhir nih, baru keingetan. Kampus yg banyak artis Jepang itu di Meiji Daigaku, berlokasi di tokyo, dgn gaya bangunan Eropa.
Bagus lho buat foto, siapa tau bisa juga ketemu artis ^ ^
 
Untuk informasi lebih detail mengenai studi dan tinggal di Jepang, bisa kunjungi http://www.studyjapan.go.jp atau http://www.id.emb-japan.go.jp/expljp.html
 
sumber : http://japanlunatic.do.am

Monday, 11 November 2013

7 Alasan mengapa wanita Jepang begitu menarik dilihat dari pandangan orang asing (via japanesestation)

- No comments


Sering dikatakan bahwa “Wanita Jepang nampak populer di mata laki-laki asing,” tapi, di manakah letak daya tarik wanita Jepang tersebut? Beberapa orang mengatakan, “Wanita Jepang sangat disukai di antara beberapa orang asing.” Apa perbedaan antara wanita Jepang dan wanita Barat menurut mereka? Kali ini diperkenalkan bahasan menurut sebuah situs luar negeri, HealthGuidance mengenai “Apa yang membuat wanita Jepang begitu menarik?” (What Makes Japanese Girls so Attractive?). Bahasan berikut ini mencoba untuk menggali rahasia dari pesona wanita Jepang.

1. Pendengar yang baik
20121028115751-813-750_raw-450x300
Wanita Jepang akan mendengarkan pembicaraan dari begitu banyak orang dengan gembira dan ceria. Di Jepang pada masa lalu, wanita ideal adalah wanita sederhana yang berada satu langkah di belakang pria. Di masa kini wanita “satu langkah di belakang” seperti itu tidak lagi terlihat, tapi rupanya masih ada wanita Jepang yang ramah dan sederhana dibandingkan dengan wanita di luar negeri.

Selain itu, wanita Jepang tampaknya aktif dalam percakapan dengan banyak pria. Mathieu, seorang laki-laki dari Perancis mengatakan bahwa wanita Jepang ketika berkencan memunculkan topik pembicaraan dari dirinya sendiri dan terlihat bersenang-senang dibandingkan dengan wanita Perancis. Sebaliknya, wanita Perancis pada saat berkencan sepertinya sebisa mungkin berusaha untuk bisa melakukan pembicaraan apapun yang menarik.

Walau wanita Jepang memiliki daya tarik sebagai pendengar yang baik, menurut para pria asing “Wanita Jepang juga mudah untuk ditangani,” mungkin ada latar belakang seperti itu di antara mereka.

2. Ukuran tubuh
女の体格-580x290
Wanita Jepang lebih mungil daripada wanita Barat, bahkan jika dibandingkan dengan rata-rata orang Asia lainnya mereka lebih kurus. Meskipun dikatakan bahwa seorang wanita Jepang yang menikah tidak akan bertambah berat badannya bahkan jika pernikahannya merupakan yang termewah di dunia, tubuh seorang wanita Jepang yang mungil dan imut bagi sebagian pria akan terlihat memiliki daya tarik. (sumber : goo Ranking)

3. Kulit yang kemilau
japanese
Menurut beberapa orang asing, wanita Jepang sering dikatakan memiliki kulit yang berkilau walau umurnya telah menua. Anda tentunya sering melihat orang-orang yang mencoba untuk berjemur di bawah sinar matahari saat musim panas di luar negeri, tetapi wanita Jepang yang memiliki kulit putih yang baik sangat jarang melakukannya. Oleh karena itu, jika diukur menggunakan sinar ultraviolet kulit wanita Jepang sulit untuk mengalami penuaan, keriput dan bintik-bintik pun sulit untuk muncul. Selain itu, ada banyak wanita yang meluangkan waktunya untuk perawatan kulit dan make-up. Wanita Jepang juga cenderung menarik karena perbedaan yang kontras antara rambut hitamnya dan kulitnya yang putih.

4. Tampilan yang eksotis
dare
Orang Jepang yang melihat orang asing akan merasa seperti “Wah, keren!” atau “Wow seksi!” Orang asing juga akan berpikir bahwa orang Jepang terlihat eksotis. Tampaknya hal itu terjadi karena pesona wajah mereka yang berbeda.

Ini bukan hanya dikatakan oleh orang Jepang, tetapi jika dilihat dari sudut pandang orang asing “wanita cantik asli Jepang” tampaknya terlihat menarik dan eksotis dibandingkan “wanita cantik blasteran“.

5. Rambut
香椎由宇
Bayangan orang Barat untuk gaya rambut wanita Asia adalah rambut hitam yang lurus. Tapi pada kenyataannya jika pergi ke Jepang, para pria asing akan kecewa karena kebanyakan wanita Jepang masa kini mewarnai rambutnya. Dibandingkan dengan kualitas rambut orang barat yang keritingnya kuat, tampaknya mereka iri terhadap rambut lurus dari orang-orang Asia, seorang wanita asing mengatakan “rambut wanita Jepang walau tidak keriting, tapi mampu terlihat cantik.”

Memberi warna rambut, dan mengaplikasikan perm [pengeritingan rambut] seperti gaya rambut orang Barat juga populer di Jepang, tetapi “gaya murni dari gaya rambut Jepang” tampaknya terlihat menarik bila dilihat dari sudut pandang orang asing.

6. Mode
7208473

Banyak orang asing yang mengatakan bahwa orang Jepang itu memiliki mode yang telah disempurnakan.

Dalam situs luar negeri japaneserelationship.com yang menyarankan tentang hubungan percintaan dengan wanita Jepang, dikatakan bahwa citarasa orang Jepang yang telah disempurnakan tidak terbatas hanya dari fashion saja, tapi juga terpengaruh oleh pemilihan makanan dan dan minuman anggur [wine], dan juga belanja. Pada poin ini, hal tersebut berbeda dengan orang Asia lainnya, citarasa orang Jepang yang telah disempurnakan bisa dikatakan mendekati orang Barat.

7. Tipe pemilih
too-picky-477x300

Dapat dikatakan bahwa ketika wanita Jepang melihat pria, mereka tidak tertarik pada kekuatan dan penampilan fisiknya, banyak wanita Jepang yang melihat pada kecerdasan dan kemampuannya bekerja. Meskipun pria tersebut adalah tipe pria yang pemalu saat berbicara dan tidak populer di kalangan wanita Jepang di negara mereka sendiri, tapi jika ia adalah tipe orang yang dapat bekerja dan menghasilkan, maka pria tersebut kemungkinan bisa menjadi populer di kalangan wanita Jepang.
Selain itu, sepertinya beberapa orang percaya bahwa para pria dari negeri Barat terlihat populer di mata wanita Jepang, jika bisa dijelaskan daya tarik wanita Jepang yang tercermin dari diri mereka adalah “karena mereka bisa mendukung dirinya sendiri”.

Ini semua adalah spekulasi, tidak ada bukti bahwa para pria dari negeri Barat terlihat populer di mata wanita Jepang. Namun, walau spekulasi ini salah, wanita Jepang memang memiliki daya tarik sehingga dapat dipastikan tipe pemilih ini akan membuat mereka menjadi lebih menarik bagi banyak orang luar negeri.


sumber : japanesestation.com